Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir
tentang laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang
memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang
menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia,
jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh
meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima
puluh.
Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.
Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.
ilustrasi
Andaikan
laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar
lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo
jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan
sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus
menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur
arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan
tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba
perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati
posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi.
Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.
ilustrasi
Jika
seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia
temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar
benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara ini membawanya ke
tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai.
Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.
Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
ilustrasi
Ilmuwan
menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang
dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru
berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian
besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar.
Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang
ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi
lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Komentar yang mengandung spam akan terhapus secara otomatis. Anda juga bisa menyisipkan kode seperti biasa pada komentar anda.