Kesehatan memang mahal.
Ongkos obat dan rumah sakit membumbung tanpa kontrol. Adanya penyakit
membuat banyak pihak mendapat untung. Sudah biayanya mahal, setiap
kesalahan medis sangat sulit untuk diadili. Mahalnya ongkos masih juga
diperuncing oleh beredarnya obat palsu.
Soal kesehatan yang tak beres membuat bangsa ini rutin dikunjung wabah. Dari demam berdarah, malaria, TBC, bahkan hingga AIDS. Toh, penyakit ternyata jadi alat pelindung bagi para koruptor. Tiap sidang akan digelar, dengan cepat mereka sodorkan surat dokter ke para hakim. Surat dokter bagi para koruptor, nilainya seperti surat pengampunan.
Orang Miskin-lah yang jadi korban dari sistem kesehatan yang diktator ini. Buku ini meluapkan kembali kemarahan kita akan sistem kesehatan yang tak adil dan diskriminatif. Bagi Anda yang pernah menjadi korban penanganan dokter atau rumah sakit, buku ini menjadi teman berjuang yang tepat. Ayo kita lawan sistem kesehatan yang menindas ini!
Setiap orang pasti pernah sakit dan pernah bersinggungan dengan petugas kesehatan dan obat-obatan. Setiap orang yang pernah sakit pasti pernah juga merasakan mahalnya biaya pengobatan. Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin dan hidup pas-pasan ketika mereka sakit dan harus berobat ?
Buku ini seperti pada kata pendahuluannya ditulis dengan rasa geram (hal.2). Pengalaman sakit yang pernah dialami penulis (Eko Prasetyo) membuatnya berpikir bahwa penyakit muncul bukan semata-mata karena perilaku kita melainkan karena berbagai faktor diluar kendali kita seperti ledakan industri masakan yang menawarkan berbagai cita rasa yang ikut menceburkan masyarakat kedalam kubangan penyakit berbahaya, obat-obatan yang menimbulkan efek negatif, pencemaran udara, dan sebagainya.
Buku ini juga secara lugas membahas buruknya kondisi dan sistem kesehatan di Indonesia. Kondisi kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan yang buruk membuat kesehatan menjadi sesuatu yang mahal. Harga obat dan rumah sakit membumbung tinggi tanpa adanya kontrol. Adanya penyakit malah membuat banyak pihak yang terkait dengan badan-badan kesehatan mendapat untung. Pelayanan kesehatan didasarkan atas berapa tebal kantong kita sanggup membayar demi kesembuhan kita. Selain biaya pengobatan yang tinggi dunia kesehatan kita juga diperburuk dengan beredarnya obat-obat palsu, selain itu penyakit juga dijadikan sebagai alat pelindung bagi para koruptor yang akan menjalani persidangan hingga luput dari tuntutan jaksa.
Siapa yang menjadi korban keburukan sistem pelayanan kesehatan yang buruk tersebut ? Buku ini menyatakan secara jelas bahwa orang miskinlah yang jadi korban. Mereka tidak pernah mendapat layanan kesehatan yang maksimal sementara orang-orang berduit dengan mudahnya menikmati fasilitas pengobatan yang terbaik di rumah sakit internasional dengan fasilitas bak hotel berbintang.
Buku ini berisi empat bagian besar yang terdiri dari : Kisah Negeri Penuh Wabah, Sakit Yang Miskin & Yang Kaya, Dunia Medis Yang Kapitalis & Kejam dan bab penutup yang berjudul Surat Untuk Para Pekerja Kesehatan. Dengan membaca buku ini pembaca akan disadarkan betapa buruknya sistem kesehatan di Indoenesia yang tak adil dan diskriminatif.Yang unik dari buku ini hampir tiap halamannya disertai kartun yang menyentil yang membuat pembaca akan tersenyum pahit melihatnya.
Untuk siapa buku ini ditulis? Seperti kata penulisnya, "Bagi Anda yang pernah menjadi korban penganangan medis, buku ini menjadi teman berjuang yang tepat". Selain itu buku inipun sangat baik dibaca oleh para dokter, apoteker, perawat, produsen obat, dan pekerja medis lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Komentar yang mengandung spam akan terhapus secara otomatis. Anda juga bisa menyisipkan kode seperti biasa pada komentar anda.