» Cuplikan Buku : Sekolah Itu Candu

Respons: 0 komentar
masih pantaskah sekolah mengakui dirinya sebagai pemeran tunggal dalam mencerdaskan seseorang?

kalimat inilah yang pertama kali menyapa pembaca 'sekolah itu candu'. sepenggal pertanyaan yang mengundang gagasan awal isi keseluruhan buku yang tercantum pada pembatas buku na. dan... memang demikianlah keseluruhan kumpulan tulisan yang ada. mengingatkan pembaca pada hakikat sekolah yang sebenar na.

berawal dari kisah sukardal di tahun 2222 yang menenukan naskah terlarang tentang sekolah. pembaca diajak mengenal sekolah dari masa awal na hingga praktik yang berlangsung saat ini. sekolah yang berasal dari schola (latin) yang bearti waktu luang, orang tua yang menitipkan anak mereka untuk mengisi waktu luang yang semakin lama berkembang dengan klasifikasi berdasarkan tingkatan dan materi sehingga akhir na membentuk sistem kurikulum. yang awal na tidak ada hal-hal bauk, sekarang semua na serba dibuat baku.

tak hanya sekolah yang menyeragamkan, sekolah juga mulai dibisniskan. pendidikan bukan lagi upaya mencerdaskan tapi merupakan salah satu aset untuk mencari dan mengeruk keuntungan semata. dana pendidikan yang diselewengkan, kapasitas lulusan yang tidak sesuai dengan pasar, pelatihan dan kursus yang menjamur sebagai persiapan bagi mereka yang akan dan ingin bekerja. kalau memang sekolah menyiapan lulusan na untuk menghadapi dunia kerja, mengapa masih marak kursus dan pelatihan yang diadakan sebelum seseorang memasuki dunia kerja? bukankah ini bukti bahwa sekolah dan sistem pendidikan yang ada tidak membatu mempersiakan lulusan na sesuai dengan permintaan pasar kerja.

bukan hanya sistem, sarana dan prasarana na pun dibentuk untuk memisahkan pelajar dari lingkungan sekitar, akar budaya na. mereka diajar untuk belajar dan mengabaikan kepentingan dan keadaan sekitar.

pelajar dan mahasiswa dipisahkan dari persoalan masyarakat yang sebenarnya. mereka hanya belajar, belajar dan belajar.... padahal ketidakadilan terus berlangsung... mereka mengejar ijazah sementara rakyat megap-megap cari sesuap nasi (hlm.60)

apakah sungguh sistem pendidikan saat ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan? apakah pola pikiran masyarakat yang mengagungkan pendidikan masih dapat dipertahankan? apakah memperoleh pendidikan itu harus dibuktikan dengan ijazah???

untuk tau semua na, marilah kita bertanya kepada sukardal. petani yang bersekolah di sawah untuk mendapatkan panenan na. bukan... IJAZAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Komentar yang mengandung spam akan terhapus secara otomatis. Anda juga bisa menyisipkan kode seperti biasa pada komentar anda.

Copyright © VendiardyAG™

Best View On : Mozzila FirefoxDesigned By: VendiardyAG